Berita Terkini

3 WNI Tewas dalam Dua Insiden Kapal Tenggelam di Portugal

peduliwni.com – Dua insiden kapal tenggelam di perairan Portugal kembali menelan korban jiwa warga negara Indonesia (WNI). Hingga kini, total tiga WNI dipastikan meninggal dunia, sementara empat WNI lainnya masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan. Tragedi ini menyisakan duka mendalam, sekaligus menyoroti risiko tinggi yang dihadapi para nelayan migran Indonesia di perairan Eropa.

Kedua insiden tersebut terjadi hampir bersamaan pada pertengahan Desember lalu dan melibatkan kapal nelayan yang beroperasi di wilayah laut Portugal. Otoritas setempat bersama tim pencarian dan penyelamatan telah melakukan upaya maksimal, meski hasilnya belum sepenuhnya menggembirakan.

Insiden Pertama,  Kapal Villa de Caminha Tenggelam

Insiden pertama terjadi pada 14 Desember, saat kapal nelayan bernama Villa de Caminha tenggelam sekitar siang hari waktu setempat. Kapal tersebut diketahui membawa lima orang awak ketika musibah terjadi. Otoritas Maritim Nasional Portugal (AMN) melaporkan bahwa kapten kapal dan satu nelayan berhasil diselamatkan dari insiden ini. Namun, tiga awak lainnya yang merupakan WNI dinyatakan hilang setelah kapal tenggelam.

Upaya pencarian langsung dilakukan sejak hari kejadian. Tim penyelamat menyisir perairan sekitar lokasi tenggelamnya kapal hingga 16 Desember. Sayangnya, pencarian awal tersebut belum membuahkan hasil dan tiga WNI masih belum ditemukan saat operasi resmi dihentikan sementara.

Penemuan Dua Jenazah WNI di Pantai Portugal

Harapan baru muncul beberapa hari kemudian. Pada Minggu, 21 Desember, AMN kembali menerima laporan penting terkait insiden Villa de Caminha. Dua jenazah WNI di temukan terdampar di dua lokasi berbeda di wilayah pesisir Portugal.

Jenazah pertama di temukan di Pantai Moledo sekitar pukul 08.56 waktu setempat. Informasi penemuan ini di terima melalui Garda Republik Nasional Portugal. Sementara jenazah kedua di temukan di Pantai Insua, Afife, sekitar pukul 11.30 waktu setempat, dan di laporkan melalui Pusat Koordinasi Pencarian dan Penyelamatan Lisbon. Pihak berwenang Portugal meyakini kedua jenazah tersebut merupakan nelayan WNI yang sebelumnya di nyatakan hilang dari kapal Villa de Caminha. Dengan penemuan ini, satu WNI dari insiden pertama masih berstatus hilang hingga kini.

Insiden Kedua,  Kapal Carlos Cunha di Lepas Pantai Aveiro

Masih di hari yang sama, 14 Desember, insiden kedua terjadi di lokasi berbeda. Kapal nelayan bernama Carlos Cunha di laporkan tenggelam di lepas pantai Aveiro, Portugal. Kapal ini membawa sejumlah awak, termasuk nelayan asal Indonesia. Dalam laporan yang di kutip dari AFP, di sebutkan bahwa tiga orang awak kapal berhasil di selamatkan dari insiden ini. Salah satu dari mereka merupakan nelayan WNI. Namun, meski sempat di evakuasi, WNI tersebut kemudian di nyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, empat nelayan WNI lainnya yang berada di kapal Carlos Cunha di duga ikut tenggelam dan hingga saat ini belum di temukan. Proses pencarian masih menjadi perhatian, meski kondisi cuaca dan laut kerap menjadi tantangan utama.

Total Korban dan WNI yang Masih Hilang

Dari dua insiden kapal tenggelam tersebut, total tiga WNI di pastikan meninggal dunia. Rinciannya, dua WNI berasal dari insiden kapal Villa de Caminha, dan satu WNI dari kapal Carlos Cunha. Selain korban meninggal, masih ada lima nelayan WNI yang hingga kini berstatus hilang. Satu orang berasal dari kapal Villa de Caminha, sementara empat lainnya dari kapal Carlos Cunha. Nasib mereka masih menjadi tanda tanya besar bagi keluarga dan pihak terkait.

Baca juga: Viral! 2 WNI Terkonfirmasi Mengidap Penyakit Kusta di Rumania, Kasus Pertama Setelah 40 Tahun

Jumlah Nelayan Indonesia di Portugal Terus Bertambah

Dalam beberapa waktu terakhir, jumlah nelayan Indonesia yang bekerja di kapal-kapal Portugal memang mengalami peningkatan. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah Portugal yang melonggarkan pembatasan jumlah pekerja asing, termasuk di sektor perikanan.

Banyak WNI memilih bekerja sebagai nelayan di Eropa karena peluang ekonomi yang di anggap lebih menjanjikan. Namun, di balik peluang tersebut, risiko kerja yang tinggi di laut lepas tetap menjadi ancaman nyata.

Tragedi ini kembali mengingatkan pentingnya perlindungan, pengawasan keselamatan kerja, serta pendampingan bagi WNI yang bekerja di sektor berisiko tinggi di luar negeri. Pemerintah Indonesia di harapkan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan hak, keselamatan, dan penanganan terbaik bagi para korban dan keluarga yang di tinggalkan.

Dua insiden kapal tenggelam di perairan Portugal ini menjadi pengingat pahit tentang tingginya risiko yang di hadapi nelayan Indonesia yang bekerja di luar negeri. Meski tiga WNI telah di pastikan meninggal dunia, masih ada lima lainnya yang belum di temukan dan terus di nantikan kabarnya oleh keluarga di Tanah Air.

Tragedi ini bukan hanya soal angka korban, tapi juga soal perlindungan dan keselamatan pekerja migran di sektor berisiko tinggi. Ke depan, koordinasi antara pemerintah Indonesia dan otoritas Portugal, serta penguatan standar keselamatan kerja di laut, menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak terus berulang.

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker