peduliwni.com – Mungkin kamu pernah mendengar kabar bahwa gaji pekerja kelapa sawit di Malaysia berkisar hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya. Informasi ini tentu memicu rasa penasaran, apakah benar demikian, atau hanya sekadar isu yang belum tentu terbukti? Pada kenyataannya, besaran gaji di sektor ini memang sangat beragam, tergantung pada sejumlah faktor yang memengaruhinya..
Dan tak sedikit warga Indonesia yang memilih merantau ke negeri jiran demi mendapatkan penghasilan lebih baik, terutama di sektor perkebunan kelapa sawit yang menjadi salah satu andalan ekonomi Malaysia.
Bukan hal asing lagi jika kamu mendengar bahwa sebagian pekerja bisa membawa pulang hingga lebih dari Rp 30 juta per bulan. Tapi tentu saja, angka itu bukan angka tetap, melainkan akumulasi dari berbagai komponen seperti gaji pokok, lembur, insentif, dan kinerja individu. Jadi, mari kita bahas secara detail, apa saja yang memengaruhi gaji pekerja kelapa sawit di Malaysia dan berapa sebenarnya angka realistisnya?
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Gaji Pekerja Kelapa Sawit di Malaysia
Penting bagi kamu untuk mengetahui bahwa gaji yang diterima tidaklah sama rata untuk semua pekerja. Berikut ini beberapa poin penting yang menjadi penentu utama besar kecilnya penghasilan:
1. Pengalaman Kerja dan Keahlian
Bagi kamu yang sudah memiliki pengalaman di bidang perkebunan sawit, peluang mendapatkan gaji tinggi terbuka lebih lebar. Gaji pekerja kelapa sawit di Malaysia untuk pemula biasanya dimulai dari RM 1.500 (sekitar Rp 5 juta), namun bagi yang sudah berpengalaman bisa mencapai lebih dari RM 3.000 (sekitar Rp 10 juta) per bulan.
Pekerja yang ahli dalam proses panen atau memiliki keterampilan khusus seperti operator alat berat biasanya mendapat bayaran lebih tinggi dibandingkan pekerja biasa. Keahlian adalah aset penting yang sangat dihargai di perkebunan besar Malaysia.
2. Jenis Pekerjaan (Perkebunan atau Kilang)
Jenis pekerjaan juga menentukan besaran gaji. Jika kamu bekerja langsung di perkebunan, penghasilanmu bisa berbeda dengan mereka yang bekerja di kilang atau pabrik pengolahan kelapa sawit. Di kilang, gaji pokok bisa lebih tinggi karena tuntutan kerja yang lebih berat dan jam kerja yang lebih panjang.
Sebagai perbandingan, pekerja di kebun bisa mendapat penghasilan sekitar RM 1.500–RM 2.500 (Rp 5–8,3 juta), sementara pekerja kilang bisa meraih hingga RM 4.000 (sekitar Rp 13 juta), terutama jika sering mengambil lembur.
3. Perusahaan Tempat Bekerja
Tak semua perusahaan sawit memberikan gaji yang sama. Perusahaan besar seperti Sime Darby, Felda Global Ventures, atau IOI Group umumnya memberikan upah lebih tinggi, fasilitas lengkap, dan sistem bonus yang jelas. Sebaliknya, perusahaan kecil atau swasta lokal mungkin hanya menawarkan gaji pokok tanpa banyak tambahan. Jadi, jika kamu sedang mencari peluang kerja, pastikan juga menelusuri latar belakang perusahaan tersebut dan reputasinya terhadap para pekerja migran.
4. Lokasi Perkebunan
Lokasi juga punya pengaruh besar terhadap gaji pekerja kelapa sawit di Malaysia. Misalnya, perkebunan di Sabah atau Sarawak mungkin memberikan tunjangan ekstra karena biaya hidup di daerah tersebut lebih tinggi atau akses yang lebih sulit.
Beberapa perusahaan bahkan menyediakan akomodasi dan makan, sehingga pengeluaran pribadi bisa di tekan dan tabungan bertambah. Jangan lupa, semakin terpencil lokasinya, biasanya insentif atau tunjangan lokasi akan lebih besar.
5. Kinerja dan Target Produksi
Jika kamu seorang pekerja yang rajin, disiplin, dan mampu mencapai target produksi, maka peluang untuk menerima bonus dan insentif sangat terbuka. Beberapa perusahaan menerapkan sistem bayar per ton atau per kilogram hasil panen, yang memungkinkan penghasilan jauh melebihi gaji pokok.
Contohnya, seorang pemanen yang mampu mengumpulkan hasil lebih dari target harian bisa mengantongi insentif tambahan yang signifikan. Inilah sebabnya beberapa pekerja bisa meraih hingga RM 6.000 per bulan (setara dengan Rp 20 juta), bahkan lebih.
Berapa Rata-rata Gaji yang Didapat Pekerja Sawit Indonesia?
Jika di rata-ratakan, gaji pekerja kelapa sawit di Malaysia untuk warga Indonesia biasanya berkisar antara RM 1.500 hingga RM 3.000 per bulan (sekitar Rp 5 juta hingga Rp 10 juta). Namun, angka tersebut bisa meningkat drastis jika ada lembur, bonus produksi, dan tunjangan lainnya.
Menurut beberapa laporan, tidak sedikit pekerja yang rajin dan berpengalaman mampu memperoleh RM 4.000 hingga RM 6.000 (sekitar Rp 13 juta hingga Rp 20 juta). Bahkan ada yang mengaku pernah mendapatkan hingga RM 10.000 (setara dengan Rp 33 juta) pada bulan-bulan panen melimpah dan lembur penuh. Namun perlu di ingat, untuk mencapai angka tersebut di butuhkan kerja keras, stamina tinggi, dan kesediaan bekerja dalam kondisi cuaca ekstrem serta jauh dari keluarga.
Baca juga: Tertarik Jadi Perawat di Luar Negeri? Intip Gaji Perawat di Malaysia yang Bikin Penasaran!
Apakah Gaji Tersebut Layak?
Di bandingkan dengan upah minimum di Indonesia, memang gaji pekerja kelapa sawit di Malaysia terlihat sangat menggiurkan. Namun, kamu juga harus mempertimbangkan faktor lain seperti biaya hidup, risiko kerja, serta tekanan fisik dan mental. Hidup di negeri orang tentu tak semudah yang terlihat dari luar.
Tetapi, jika kamu memang berniat bekerja keras dan menabung untuk masa depan, pekerjaan di perkebunan kelapa sawit di Malaysia bisa menjadi batu loncatan yang menjanjikan, asalkan semua prosedur di lakukan secara legal dan perusahaan tempat bekerja memiliki track record yang baik.
Jadi, jika kamu mempertimbangkan untuk bekerja di sektor ini, pastikan kamu memahami semua aspeknya, dari sistem gaji, jenis pekerjaan, hingga risiko yang mungkin di hadapi. Dan yang paling penting, pastikan kamu berangkat secara legal dan bekerja di perusahaan yang terpercaya. Gaji pekerja kelapa sawit di Malaysia bisa menjadi peluang emas jika di kelola dengan bijak. Sudah siap merantau demi masa depan yang lebih cerah?