Berita Terkini

Gempa Bumi M 7,5 Guncang Jepang, Tak Ada WNI Jadi Korban

peduliwni.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang wilayah Jepang utara, tepatnya di Prefektur Aomori, pada Senin malam, 8 Desember 2025. Getaran kuat terasa hingga ke sejumlah wilayah sekitar, membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah. Situasi mendadak tegang, apalagi gempa ini juga memicu peringatan tsunami dari otoritas setempat.

Meski begitu, kabar baik datang bagi masyarakat Indonesia. Hingga Selasa pagi, 9 Desember 2025, belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa ini.

Kronologi Gempa M 7,5 di Prefektur Aomori

Gempa terjadi sekitar malam hari waktu setempat, saat sebagian besar warga sedang beraktivitas di dalam rumah. Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) mencatat pusat gempa berada di lepas pantai Prefektur Aomori, dengan kedalaman yang tergolong dangkal. Kondisi ini membuat guncangan terasa cukup kuat di daratan.

Tak lama setelah gempa utama, JMA langsung mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Jepang utara. Warga diimbau menjauh dari pantai dan segera menuju tempat yang lebih tinggi. Sirene peringatan pun terdengar di beberapa kota pesisir, menambah suasana mencekam malam itu.

Puluhan Orang Luka dan Ribuan Warga Mengungsi

Berdasarkan laporan sementara pemerintah Jepang, puluhan orang mengalami luka-luka akibat gempa. Sebagian besar korban mengalami cedera ringan, seperti terjatuh saat menyelamatkan diri atau tertimpa benda di dalam rumah. Meski tidak ada laporan korban jiwa, dampak gempa tetap terasa signifikan.

Ribuan warga di wilayah terdampak memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Gedung-gedung evakuasi, sekolah, dan balai warga digunakan sebagai tempat penampungan sementara. Pemerintah daerah bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar pengungsi, mulai dari makanan, selimut, hingga layanan kesehatan.

Pemerintah Jepang Aktifkan Crisis Management Center

Merespons gempa besar ini, pemerintah Jepang langsung mengaktifkan Gugus Tugas di Crisis Management Center. Langkah ini diambil untuk memastikan koordinasi penanganan darurat berjalan cepat dan terpusat. Tim penyelamat, petugas medis, serta aparat keamanan dikerahkan ke wilayah terdampak.

Selain itu, pemerintah Jepang juga terus memantau potensi gempa susulan. JMA mengingatkan bahwa gempa dengan kekuatan lebih kecil masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat.

KBRI Tokyo Pantau Kondisi WNI di Aomori

Di tengah situasi darurat ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo bergerak cepat melakukan pemantauan. Fokus utama adalah memastikan keselamatan WNI yang berada di wilayah terdampak, khususnya di Prefektur Aomori.

Menurut data KBRI Tokyo, jumlah WNI yang tinggal di Prefektur Aomori diperkirakan sekitar 969 orang. Mereka terdiri dari pekerja, pelajar, dan keluarga yang telah lama menetap di wilayah tersebut. KBRI Tokyo terus berkoordinasi dengan komunitas WNI, pemerintah lokal Jepang, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan seluruh WNI dalam kondisi aman.

Tidak Ada Laporan WNI Jadi Korban Gempa

Hingga Selasa, 9 Desember 2025, pukul 08.30 waktu Jepang, KBRI Tokyo memastikan belum menerima laporan adanya WNI yang menjadi korban gempa bumi M 7,5 tersebut. Baik korban luka maupun korban jiwa dari kalangan WNI tidak di laporkan.

Meski demikian, KBRI tetap mengimbau WNI di Jepang, khususnya di wilayah utara, untuk meningkatkan kewaspadaan. WNI juga di minta segera melapor jika mengalami kondisi darurat atau membutuhkan bantuan.

Imbauan untuk Tetap Waspada Gempa Susulan

Badan Meteorologi Jepang menegaskan bahwa potensi gempa susulan masih ada. Karena itu, masyarakat di minta tidak lengah meski situasi mulai terkendali. Barang-barang berat di dalam rumah sebaiknya di amankan, dan jalur evakuasi perlu kembali dicek.

Bagi WNI, KBRI Tokyo juga mengingatkan agar selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah Jepang dan KBRI. Nomor darurat dan kontak komunitas setempat sebaiknya di simpan dan mudah di akses.

Baca juga: Syarat Cuti di Luar Negeri: Apa yang Harus Kamu Tahu Sebelum Ngotot Mau Pulang?

Jepang Kembali Diuji sebagai Negara Rawan Gempa

Peristiwa gempa M 7,5 di Aomori kembali mengingatkan dunia bahwa Jepang berada di kawasan Cincin Api Pasifik, wilayah yang sangat aktif secara seismik. Meski infrastruktur dan sistem mitigasi bencana Jepang di kenal sangat baik, kewaspadaan tetap menjadi kunci.

Dengan koordinasi cepat pemerintah Jepang dan pemantauan aktif dari KBRI Tokyo, situasi pascagempa saat ini berangsur kondusif. Yang terpenting, hingga kini tidak ada WNI yang di laporkan menjadi korban. Sebuah kabar lega di tengah bencana besar yang mengguncang Jepang utara.

Sebagai penutup, gempa bumi berkekuatan M 7,5 yang mengguncang Prefektur Aomori, Jepang utara, menjadi pengingat betapa besarnya risiko bencana di wilayah rawan gempa seperti Jepang. Meski sempat memicu kepanikan, peringatan tsunami, dan memaksa ribuan warga mengungsi, penanganan cepat dari pemerintah Jepang mampu menekan dampak yang lebih besar. Kabar baiknya, hingga laporan terakhir, tidak ada WNI yang menjadi korban dalam peristiwa ini.

KBRI Tokyo terus memantau kondisi dan mengimbau WNI untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta segera melapor jika membutuhkan bantuan. Dengan kewaspadaan dan koordinasi yang baik, di harapkan situasi dapat segera pulih sepenuhnya.

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker