peduliwni.com – Ingin bekerja di luar negeri dengan penghasilan besar, tapi tanpa harus memiliki gelar tinggi? Salah satu peluang yang kini banyak dilirik dan dicari anak muda Indonesia adalah bekerja di sektor pertanian luar negeri, terutama di Australia. Ya, gaji kerja di perkebunan Australia disebut-sebut bisa bikin kamu mapan di usia muda.
Bahkan, banyak yang mengklaim bisa mengantongi lebih dari Rp10 juta hanya dalam seminggu! Tentu saja ini bukan sekadar janji manis, banyak pekerja migran yang sudah membuktikannya.
Namun, berapa sebenarnya nominal yang bisa kamu peroleh? Apa saja faktor yang memengaruhi jumlah gaji tersebut? Dan apakah benar semua jenis pekerjaan di perkebunan akan langsung membuat kantongmu tebal? Yuk, simak pembahasan berikut untuk tahu lebih dalam tentang gaji kerja di perkebunan Australia dan mengapa peluang ini patut kamu pertimbangkan.
Jenis Pekerjaan dan Upah per Jam di Perkebunan Australia
Saat kamu memutuskan untuk bekerja di perkebunan Australia, biasanya pekerjaan yang tersedia berkaitan dengan pemetikan buah, pengepakan hasil panen, hingga perawatan tanaman. Meski terlihat sederhana, tapi bayaran yang ditawarkan cukup menggiurkan.
Untuk pekerjaan kasual seperti pemetik buah, kamu bisa mendapatkan bayaran sekitar AUD 20 hingga AUD 25 per jam. Jika dikonversi ke rupiah dengan kurs rata-rata AUD 1 sama dengan Rp10.500, maka upah per jam ini setara dengan Rp210.000 hingga Rp262.500.
Dalam sehari kerja normal selama 8 jam, kamu bisa membawa pulang sekitar Rp1.680.000 hingga Rp2.100.000. Artinya, gaji kerja di perkebunan Australia dalam seminggu bisa mencapai Rp10 juta atau lebih!
Gaji Kerja Mingguan dan Potensi Penghasilan
Menurut informasi resmi dari pemerintah Australia dan berbagai sumber terpercaya, upah minimum nasional untuk pekerja pertanian adalah sekitar AUD 24,10 per jam. Bila kamu bekerja selama 38 jam per minggu, maka kamu bisa mendapatkan AUD 915,90 per minggu atau sekitar Rp9.627.000.
Tentu saja angka ini masih bisa lebih tinggi tergantung dari jenis perkebunan, musim panen, dan lokasi tempat kamu bekerja. Beberapa petani bahkan menawarkan sistem pembayaran berdasarkan hasil panen, bukan per jam.
Jika kamu rajin dan cekatan, penghasilan mingguanmu bisa menembus angka Rp12 juta sampai Rp15 juta. Jadi, gaji kerja di perkebunan Australia benar-benar bisa membuat kamu hidup nyaman, bahkan sambil menabung untuk masa depan.
Potensi Gaji per Bulan yang Bisa Setara Manager!
Tidak semua pekerjaan di perkebunan Australia bersifat kasual. Jika kamu punya pengalaman, keterampilan, atau bisa berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Inggris, kamu mungkin bisa naik level ke posisi yang lebih tinggi seperti supervisor atau manajer lapangan.
Dalam posisi tersebut, gaji kerja di perkebunan Australia bisa meningkat drastis. Menurut data dari Glints, beberapa posisi manajerial di perkebunan menawarkan gaji antara AUD 9.500 hingga AUD 14.000 per bulan.
Dalam rupiah, angka ini berkisar antara Rp99 juta hingga Rp147 juta. Bayangkan, dengan bekerja selama beberapa tahun saja, kamu bisa menabung untuk membeli rumah, kendaraan, atau bahkan membuka usaha sendiri di tanah air!
Peluang Kerja dan Musim Panen
Salah satu keuntungan dari bekerja di sektor pertanian Australia adalah peluang kerja yang luas dan bervariasi. Australia memiliki empat musim, dan hampir setiap musim ada jenis buah atau hasil bumi yang sedang panen. Misalnya, musim panas cocok untuk memetik ceri dan stroberi, sementara musim gugur banyak kebun anggur yang panen.
Dengan begitu, permintaan tenaga kerja pun selalu ada sepanjang tahun. Bahkan, ada juga program visa khusus seperti Working Holiday Visa yang memungkinkan kamu bekerja sambil liburan di Australia. Inilah yang menjadikan gaji kerja di perkebunan Australia sebagai peluang menarik bagi kamu yang ingin mencoba hidup mandiri dan mendapatkan pengalaman internasional.
Fasilitas Tambahan yang Menunjang
Selain gaji yang menggiurkan, banyak perkebunan di Australia juga menyediakan fasilitas tambahan untuk para pekerja migran. Beberapa di antaranya adalah:
- Akomodasi murah atau gratis
- Transportasi dari dan ke tempat kerja
- Makanan atau bahan pokok disubsidi
- Jaminan kerja untuk musim panen tertentu
Dengan fasilitas ini, pengeluaran harian kamu akan jauh lebih hemat. Uang hasil kerja pun bisa di simpan sepenuhnya atau di gunakan untuk investasi jangka panjang. Tak heran, banyak pekerja Indonesia yang pulang dari Australia dengan tabungan ratusan juta rupiah!
Baca juga: Gaji Kerja di Pabrik Korea Bisa Sampai Rp60 Juta? Ini Faktanya Buat Kamu yang Penasaran!
Gaji Kerja di Perkebunan Australia Layak Diperjuangkan
Dari pembahasan di atas, jelas bahwa gaji kerja di perkebunan Australia bisa menjadi solusi untuk kamu yang ingin hidup mandiri, memiliki penghasilan besar, dan menata masa depan sejak usia muda. Dengan gaji mulai dari Rp10 juta per minggu hingga potensi ratusan juta per bulan, bekerja di perkebunan Australia bukan hanya tentang uang, tapi juga tentang pengalaman hidup yang berharga.
Jadi, kalau kamu sedang mencari peluang yang bisa mengubah hidup dalam waktu singkat, bekerja di perkebunan Australia bisa jadi jawaban yang kamu cari. Siapkan dirimu, susun strategi, dan mulailah perjalanan menuju masa depan yang lebih mapan!