peduliwni.com – Bayangkan kamu bekerja di negeri sakura, dikelilingi taman-taman indah yang rapi dan bunga-bunga yang bermekaran setiap musim. Tapi bukan sebagai turis, melainkan sebagai tukang kebun. Pekerjaan yang mungkin terdengar sederhana ini ternyata memiliki gaji yang cukup menggiurkan. Ya, gaji tukang kebun di Jepang bisa bikin kamu berpikir dua kali tentang peluang kerja luar negeri!

Banyak orang mengira bahwa bekerja sebagai tukang kebun adalah pekerjaan kasar dengan bayaran rendah. Tapi di Jepang, profesi ini justru dihargai tinggi karena berhubungan langsung dengan estetika, pertanian modern, dan standar kerja yang tinggi.

Gaji yang ditawarkan pun cukup menarik, terutama jika dibandingkan dengan biaya hidup di Jepang dan jika dikonversi ke dalam rupiah. Lalu, berapa sih sebenarnya gaji tukang kebun di Jepang? Dan apa saja yang memengaruhi besarannya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Rata-Rata Gaji Pokok Tukang Kebun di Jepang

Untuk kamu yang penasaran, gaji tukang kebun di Jepang secara umum berada di kisaran ¥150.000 hingga ¥200.000 per bulan. Jika dikonversi ke dalam rupiah (dengan asumsi 1 yen = Rp110), maka jumlah ini setara dengan Rp16.500.000 hingga Rp22.000.000 per bulan.

Itu baru gaji pokok, belum termasuk tunjangan, lembur, dan fasilitas lainnya. Bekerja di sektor pertanian atau hortikultura di Jepang memang menjadi pilihan menarik, terutama bagi tenaga kerja asing yang ingin mencari pengalaman baru dan pendapatan yang stabil.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Besaran Gaji

Tak semua tukang kebun di Jepang menerima gaji yang sama. Beberapa faktor memengaruhi besar kecilnya penghasilan, seperti:

1. Lokasi Kerja

Daerah kerja sangat menentukan besar kecilnya gaji tukang kebun di Jepang. Di kota-kota besar atau daerah yang memiliki permintaan tinggi terhadap tenaga kebun profesional seperti Kyoto, Osaka, atau Tokyo, biasanya gaji lebih tinggi dibandingkan daerah rural atau desa.

2. Jenis Kebun dan Tugas Harian

Apakah kamu bekerja di kebun buah, sayur, atau taman hias? Tugas di kebun bunga bisa lebih teknis dan menuntut detail, sementara di kebun sayur atau buah, kamu mungkin akan terlibat dalam panen, penanaman, dan pemangkasan. Setiap jenis kebun ini membawa tanggung jawab yang berbeda, yang tentu saja berdampak pada besaran gaji yang ditawarkan.

3. Pengalaman dan Keterampilan

Seperti pekerjaan lainnya, pengalaman menjadi nilai tambah. Semakin lama kamu bekerja sebagai tukang kebun dan memiliki keahlian tertentu seperti pemangkasan profesional atau perawatan bonsai, maka gaji tukang kebun di Jepang bisa meningkat secara signifikan. Banyak pekerja yang memulai dari angka ¥150.000 dan bisa naik menjadi ¥250.000 per bulan seiring waktu, atau sekitar Rp27.500.000.

Tunjangan dan Lembur yang Menambah Penghasilan

Bekerja di Jepang punya keunikan tersendiri, termasuk soal fasilitas dan tunjangan. Banyak perusahaan pertanian dan kebun di Jepang memberikan bebeapa fasilitas menarik, seperti:

1. Akomodasi Gratis

Kamu tak perlu pusing soal tempat tinggal. Umumnya, akomodasi gratis atau subsidi tempat tinggal diberikan kepada pekerja. Ini tentu membantu menghemat biaya hidup yang biasanya cukup tinggi di Jepang.

2. Tunjangan Makan dan Transportasi

Sebagian perusahaan juga memberikan tunjangan makan harian atau uang transportasi yang bisa kamu gunakan untuk keperluan pribadi.

3. Lembur dengan Bayaran Tambahan

Jika kamu bekerja melebihi jam kerja normal, kamu akan mendapatkan tambahan gaji lembur sesuai aturan ketenagakerjaan Jepang. Ini bisa menambah gaji tukang kebun di Jepang hingga jutaan rupiah per bulan.

Gaji Kotor vs Gaji Bersih, Apa Bedanya?

Kamu juga perlu memahami perbedaan antara gaji kotor dan gaji bersih. Gaji kotor adalah jumlah total sebelum di potong pajak dan biaya lain, sedangkan gaji bersih adalah jumlah yang benar-benar kamu terima.

Sebagai contoh, gaji kotor seorang tukang kebun bisa mencapai ¥220.000 per bulan (sekitar Rp24.200.000), tetapi setelah dipotong pajak dan asuransi, gaji bersihnya mungkin sekitar ¥180.000 (Rp19.800.000). Namun, jika kamu mendapatkan subsidi akomodasi, makanan, dan tunjangan lainnya, nilai bersih ini tetap sangat kompetitif dibandingkan biaya hidup.

Peluang Karir dan Kenaikan Gaji di Masa Depan

Pekerjaan sebagai tukang kebun di Jepang bukan sekadar pekerjaan musiman. Kamu punya peluang untuk berkembang, baik dari sisi keterampilan maupun penghasilan. Dengan menunjukkan kinerja yang baik, kamu bisa di promosikan menjadi supervisor atau kepala kebun.

Tentu saja, gaji tukang kebun di Jepang juga akan naik mengikuti tanggung jawab yang lebih besar. Beberapa perusahaan bahkan membuka peluang pelatihan lanjutan dan perpanjangan kontrak untuk tenaga kerja asing yang berdedikasi.

Baca juga: Ternyata Segini Gaji Perawat di Singapura! Banyak yang Tidak Menyangka!

Biaya Hidup vs Pendapatan

Salah satu pertimbangan penting saat bekerja di luar negeri adalah biaya hidup. Di Jepang, terutama di kota besar seperti Tokyo, biaya hidup memang cukup tinggi. Namun jika kamu bekerja di daerah pedesaan atau semi-kota, biaya hidup bisa jauh lebih rendah. Dengan gaji tukang kebun di Jepang yang mencapai Rp16 juta ke atas, dan akomodasi yang di tanggung, kamu masih bisa hidup nyaman dan bahkan menabung setiap bulannya.

Misalnya, jika biaya hidup kamu per bulan hanya sekitar Rp8 juta karena subsidi perusahaan, maka sisa pendapatan bisa kamu kirim ke keluarga atau di simpan untuk masa depan. Sekarang kamu tahu bahwa gaji tukang kebun di Jepang bukan hanya cukup, tapi bisa di bilang sangat kompetitif. Yuk, mulai pertimbangkan peluang ini sebelum terlambat!

 

Shares:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *