Kemenkes Respons WNI Jadi Kasus Pertama Kusta di Rumania Usai 44 Tahun
peduliwni.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) angkat bicara terkait kabar dua warga negara Indonesia (WNI) yang terkonfirmasi sebagai penderita kusta di Rumania. Kasus ini langsung menyita perhatian publik internasional karena menjadi temuan kusta pertama di negara tersebut setelah lebih dari 44 tahun.
Kemenkes memastikan telah melakukan koordinasi lintas pihak, baik di dalam negeri maupun dengan otoritas kesehatan Rumania, untuk menelusuri asal-usul kasus sekaligus memastikan penanganan medis berjalan sesuai prosedur.
Dua WNI Terkonfirmasi Kusta di Kota Cluj-Napoca
Kementerian Kesehatan Rumania sebelumnya mengonfirmasi adanya dua kasus kusta di sebuah salon SPA yang berlokasi di Kota Cluj-Napoca. Kedua penderita diketahui merupakan WNI yang bekerja sebagai terapis pijat di tempat tersebut.
Penemuan ini langsung menjadi sorotan karena Rumania tercatat tidak menemukan kasus kusta selama lebih dari empat dekade. Negara tersebut bahkan menilai temuan ini sebagai kejadian luar biasa dalam sistem kesehatan mereka.
Kemenkes Terima Notifikasi Resmi dari Rumania
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa pihaknya menerima notifikasi resmi melalui International Health Regulation National Focal Point (IHR NFP) pada awal Desember 2025.
“Dari notifikasi tersebut diketahui terdapat dua WNI yang bekerja di Rumania dengan status suspek infeksi lepra atau kusta. Kasus indeks berasal dari ibu kedua WNI tersebut yang berdomisili di Bali,” ujar Aji, dikutip dari Antara, Kamis (18/12).
Kasus indeks sendiri merujuk pada pasien pertama yang menjadi sumber penularan dalam suatu rangkaian kasus. Dalam hal ini, ibu dari kedua WNI diduga menjadi sumber awal penularan.
Kondisi Pasien Stabil, Akan Dipulangkan ke Indonesia
Aji memastikan bahwa ibu dari kedua WNI saat ini dalam perawatan dan berada dalam kondisi baik. Sementara itu, kedua WNI yang bekerja di Rumania direncanakan segera dipulangkan ke Indonesia.
Setibanya di Tanah Air, keduanya akan mendapatkan pengobatan lanjutan sesuai standar penanganan kusta nasional. Kemenkes menegaskan bahwa Indonesia memiliki sistem pengobatan kusta yang memadai dan gratis bagi seluruh pasien.
Angka Kasus Kusta di Indonesia Masih Tinggi
Dalam kesempatan yang sama, Kemenkes juga mengungkap data terbaru terkait kusta di Indonesia. Hingga 12 November 2025, tercatat 10.450 kasus baru kusta secara nasional. Provinsi dengan jumlah kasus terbanyak masih di dominasi oleh wilayah Pulau Jawa, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Angka ini menunjukkan bahwa kusta masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang perlu di tangani secara serius.
Kenali Gejala Kusta Sejak Dini
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan mengenali gejala awal kusta. Beberapa tanda yang perlu di perhatikan antara lain:
- Bercak pada kulit yang mati rasa
- Bercak tidak gatal dan tampak mengkilap atau kering bersisik
- Luka atau lepuh di tangan dan kaki yang tidak terasa nyeri
- Kesemutan atau nyeri pada anggota gerak
“Kusta tidak mudah menular dan bisa sembuh total jika di obati sejak dini,” tegas Aji. Ia juga mengingatkan bahwa pengobatan kusta tersedia secara gratis di puskesmas dan harus di jalani sampai tuntas agar tidak menimbulkan komplikasi.
Baca juga: Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban Penembakan di Pantai Bondi Sydney
Jangan Beri Stigma pada Penderita Kusta
Kemenkes secara khusus menekankan pentingnya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap penderita kusta. Perlakuan negatif justru bisa membuat pasien enggan berobat dan menghambat upaya penemuan kasus baru. “Stigma hanya akan memperburuk situasi. Kusta adalah penyakit yang bisa di sembuhkan dan penderitanya berhak mendapat dukungan,” ujar Aji.
Respons Pemerintah Rumania dan Penutupan Spa
Di Rumania, otoritas setempat langsung menutup salon SPA tempat kedua WNI bekerja untuk keperluan investigasi lebih lanjut. Namun, Menteri Kesehatan Rumania Alexandru Rogobete meminta masyarakat tetap tenang.
Ia menegaskan bahwa kusta membutuhkan waktu lama untuk menular dan tidak menyebar dengan cepat seperti penyakit menular lainnya. Pelanggan spa pun disebut tidak perlu panik. Kementerian Kesehatan Rumania menambahkan bahwa kasus kusta terakhir di negara itu tercatat terjadi 44 tahun lalu, sehingga temuan ini menjadi perhatian serius namun tetap terkendali.
Penanganan Terpadu Jadi Kunci Pencegahan
Kasus dua WNI di Rumania menjadi pengingat bahwa penyakit lama seperti kusta masih bisa muncul kembali jika kewaspadaan menurun. Koordinasi internasional, deteksi dini, pengobatan tuntas, serta edukasi publik menjadi kunci utama untuk mencegah penularan lebih luas. Kemenkes menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan seluruh WNI mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal, baik di dalam maupun luar negeri.
kasus dua WNI yang terkonfirmasi mengidap kusta di Rumania menjadi pengingat bahwa penyakit lama belum sepenuhnya hilang dan masih memerlukan kewaspadaan bersama. Respons cepat Kemenkes melalui koordinasi lintas negara menunjukkan pentingnya sistem pemantauan kesehatan global yang solid. Di sisi lain, masyarakat di imbau untuk tidak panik, mengenali gejala sejak dini, serta menghilangkan stigma terhadap penderita. Dengan pengobatan yang tepat, tuntas, dan dukungan lingkungan sekitar, kusta bukan hanya dapat di kendalikan, tetapi juga di sembuhkan sepenuhnya.



