Konflik Perbatasan Kamboja–Thailand Memanas, KBRI Phnom Penh Minta WNI Segera Pindah ke Lokasi Aman
peduliwni.com – Ketegangan di wilayah perbatasan antara Kamboja dan Thailand kembali menjadi sorotan internasional. Situasi keamanan yang belum kunjung stabil membuat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh mengeluarkan imbauan penting kepada warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan rawan konflik. Kamu yang saat ini tinggal atau beraktivitas di sekitar perbatasan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan keselamatan sebagai prioritas utama.
Konflik yang masih berlangsung ini dilaporkan tidak hanya bertahan dalam intensitas yang sama, tetapi juga menunjukkan kecenderungan meluas ke beberapa titik strategis. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan masyarakat sipil, termasuk WNI yang bermukim atau bekerja di wilayah perbatasan Kamboja–Thailand.
Imbauan Resmi KBRI Phnom Penh kepada WNI
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, secara resmi menyampaikan imbauan tersebut melalui unggahan di akun Instagram KBRI Phnom Penh, @amb.id.phnompenh, pada Kamis (25/12/2025). Dalam pernyataannya, Dubes Santo menekankan pentingnya kewaspadaan serta kesiapsiagaan seluruh WNI di Kamboja, khususnya yang berada di wilayah perbatasan.
Menurutnya, berbagai upaya diplomatik dan dialog telah dilakukan oleh pihak-pihak terkait guna meredakan konflik. Namun hingga saat ini, belum terlihat tanda-tanda yang mengarah pada gencatan senjata atau penurunan eskalasi. Justru sebaliknya, laporan terbaru menunjukkan bahwa wilayah terdampak konflik semakin meluas.
WNI Diminta Tetap Tenang dan Tidak Panik
Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, KBRI Phnom Penh mengingatkan kamu untuk tetap bersikap tenang dan tidak mudah terpancing kepanikan. Dubes Santo menegaskan bahwa ketenangan menjadi kunci agar setiap WNI dapat mengambil keputusan yang tepat dan rasional.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Indonesia di Kamboja untuk tetap waspada, tetap tenang, tidak panik, dan selalu memastikan mendapatkan informasi dari sumber resmi dan terpercaya,” ujar Santo dalam pernyataannya. Imbauan ini menjadi sangat penting di tengah derasnya arus informasi yang beredar di media sosial, yang tidak jarang memuat kabar belum terverifikasi dan berpotensi menyesatkan.
Lapor Diri ke KBRI Jadi Kunci Pemantauan
Selain menjaga ketenangan, KBRI Phnom Penh juga meminta seluruh WNI di Kamboja untuk segera melakukan lapor diri. Langkah ini dinilai krusial agar pihak perwakilan Indonesia dapat memantau keberadaan, kondisi, dan kebutuhan WNI secara akurat.
Dengan adanya data lapor diri yang lengkap, KBRI dapat bergerak lebih cepat jika sewaktu-waktu di perlukan langkah darurat, termasuk evakuasi atau bantuan konsuler lainnya. Kamu yang belum melapor diri sangat di anjurkan untuk segera melakukannya melalui jalur resmi yang telah di sediakan.
Rekomendasi Pindah dari Wilayah Perbatasan
Khusus bagi WNI yang berada di kawasan perbatasan seperti Poipet dan Ospak, KBRI Phnom Penh sebenarnya telah mengeluarkan rekomendasi sejak 9 Desember 2025. Rekomendasi tersebut berisi anjuran agar WNI sementara waktu berpindah ke lokasi yang di nilai lebih aman hingga situasi kembali kondusif.
Dubes Santo mengungkapkan bahwa sebagian WNI telah mengikuti rekomendasi tersebut dan memilih meninggalkan wilayah perbatasan. Namun, masih terdapat sejumlah WNI yang tetap bertahan dan melanjutkan aktivitas sehari-hari di area rawan konflik.
“Kami mencatat ada WNI yang sudah mengikuti saran KBRI, tetapi masih ada juga yang memilih tetap beraktivitas di kawasan perbatasan,” jelasnya.
Risiko Tinggi dan Gelombang Pengungsian
Eskalasi konflik Kamboja–Thailand telah memicu dampak kemanusiaan yang signifikan. Ratusan ribu warga setempat di laporkan terpaksa mengungsi demi menyelamatkan diri dari bentrokan bersenjata. Kamp-kamp sementara di beberapa provinsi perbatasan, seperti Banteay Meanchey, di penuhi oleh warga yang kehilangan tempat tinggal.
Kondisi ini menjadi gambaran nyata betapa seriusnya situasi keamanan di wilayah tersebut. Oleh karena itu, KBRI Phnom Penh kembali menegaskan bahwa keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama, mengingat risiko yang dapat muncul sewaktu-waktu tanpa peringatan.
Perkuat Koordinasi dengan Otoritas Setempat
Bagi kamu yang tetap memilih tinggal atau bekerja di wilayah perbatasan, KBRI Phnom Penh meminta agar komunikasi dengan otoritas setempat terus di tingkatkan. Mematuhi seluruh arahan dari kepolisian dan pemerintah daerah menjadi hal yang tidak bisa di tawar.
Dubes Santo menekankan pentingnya mengikuti perkembangan situasi keamanan secara langsung dari sumber resmi. Dengan begitu, kamu dapat segera mengambil langkah antisipatif jika kondisi memburuk.
Baca juga: Tinggal di Luar Negeri, Gaji Dibayar 2 Minggu Sekali. Kenapa Itu Biasa Untuk PMI?
KBRI Intensifkan Pemantauan dan Koordinasi
Di sisi lain, KBRI Phnom Penh memastikan akan terus mengintensifkan komunikasi dengan pemerintah Kamboja. Koordinasi juga di lakukan secara aktif dengan WNI yang berada di kawasan perbatasan untuk memantau situasi terkini dan memastikan mereka mendapatkan informasi yang di butuhkan.
“Dahulukan keamanan dan keselamatan. Ikuti semua arahan otoritas setempat,” tegas Dubes Santo. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah Indonesia dalam melindungi warganya di luar negeri, khususnya di tengah kondisi krisis dan konflik.
Harapan Konflik Segera Berakhir
Menutup pernyataannya, Dubes Santo menyampaikan harapan agar konflik perbatasan Kamboja–Thailand dapat segera mereda. Ia berharap situasi keamanan kembali normal sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut.
“Kita semua berharap konflik ini segera berakhir dan kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan kembali berjalan seperti semula,” ujarnya.
WNI Diminta Ikuti Informasi Resmi
Sebagai penutup, KBRI Phnom Penh mengingatkan kamu untuk terus memantau informasi resmi dari perwakilan Republik Indonesia. Jangan mudah terpengaruh oleh kabar atau isu yang belum jelas kebenarannya, mengingat dinamika situasi keamanan masih terus berkembang. Dengan kewaspadaan, koordinasi yang baik, dan kepatuhan terhadap imbauan resmi, di harapkan seluruh WNI di Kamboja dapat tetap aman hingga situasi benar-benar kondusif kembali.



